Home » Posts filed under KUMPULAN ESSAY
Showing posts with label KUMPULAN ESSAY. Show all posts
Showing posts with label KUMPULAN ESSAY. Show all posts
KONSEPSI KETERLIBATAN SATUAN KODIM DAN PEMDA DALAM RANGKA MENGATASI KONFLIK HORIZONTAL
Pesatnya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi pada saat ini, dihadapkan dengan kehidupan masyarakat
Indonesia semakin konsumtif yang berkaitan dengan arus globalisasi dunia yang
berakibat pada terjadinya krisis ekonomi dan krisis kepercayaan yang pada
akhirnya rezim Orde baru jatuh. Dengan
adanya tuntutan para kelompok elit politik yang menamakan dirinya reformis
menginginkan suatu perubahan yang cepat dengan ketidaksiapan masyarakat
Indonesia dalam menyerap, mengadopsi serta mengasimilasikan perubahan tersebut,
maka menjadikan krisis yang multidimensi sehingga pada akhirnya menimbulkan
berbagai konflik kepentingan antar kelompok dan politik yang merupakan awal
dari sumber konflik yang terjadi di beberapa daerah seperti di Aceh,
Kalimantan, Maluku, Poso dan Papua.
Upaya Peningkatan Pembinaan Satuan Brigif Guna Mendukung Kesiapan Operasi
Perkembangan
lingkungan strategis yang diwarnai terjadinya globalisasi dunia telah berkibat
pada semakin transparannya batas-batas antar negara. Sehingga tantangan yang dihadapi oleh
bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia semakin besar dan kompleks. Sebagai negara kepulauan yang berada tepat
pada jalur lalu lintas perdagangan internasional, bangsa Indonesia dituntut
untuk senantiasa siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman yang datang
baik dari dalam maupun dari dalam negeri.
Penerapan Metoda Binter dalam Menangani Konflik Dalam Negeri
PENERAPAN METODE
BINTER
DALAM
MENANGANI KONFLIK DALAM NEGERI
Kehidupan bangsa Indonesia di Era Globalisasi,
ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi dan informasi serta era
perdagangan bebas, dimana hubungan antar negara menjadi semakin dekat dan
memunculkan perubahan sikap dan perilaku masyarakat sebagai dampak dari
perubahan kondisi dinamika sosial. Hal ini adalah
sebuah kepastian, bahwa peradaban bangsa-bangsa menuju kepada dimensi ruang
yang tak terbatas dan saling berinteraksi satu sama lain. Kenyataan itu tentu
menimbulkan tantangan bagi semua negara karena masuknya era keterbukaan dengan
sendirinya membawa mindset ideologi dan seperangkat values yang tak
dapat dicegah serta dapat mempengaruhi cakrawala berpikir yang seringkali
bertentangan dengan akar budaya dan idealisme bangsa.
Konsep Negara bangsa yang menyatakan bahwa adanya Negara
dan bangsa adalah adanya kehendak bagi orang-orang untuk bersatu mulai
dipertanyakan bagi kita, sebab berbagai krisis yang melanda dunia baik ekonomi,
politik, perang dan persaingan bebas sebagai
akibat dari keharusan suatu bangsa untuk mempertahankan kelangsungan hidup
mengakibatkan sulitnya bagi orang-orang untuk mematuhi satu aturan dan lebih
mengedepankan perbedaan sebagai dampak pergeseran pandangan dan pola pikir yang
diserap melalui media, teknologi informasi dan
transformasi universal. Bagi bangsa Indonesia sendiri, kini telah terjadi
krisis multi dimensional yang saling mengait. Krisis, dapat mengakibatkan
konflik dan konflik merupakan berbagai acaman bentuk hubungan antar manusia
yang antagonistik (berlawan) baik yang dapat terlihat secara jelas maupun
tersembunyi, sementara krisis merujuk pada ketidakmampuan sumber daya khususnya
manusia dalam menjawab permasalahan yang ada. Konflik yang terjadi dalam
kehidupan sosial merupakan salah satu dampak dari semua krisis yang terjadi,
yang dapat melahirkan ancaman baru.
Penerapan Metoda Binter dalam rangka Penanggulangan Bencana Alam
PENERAPAN METODA BINTER
DALAM RANGKA PENANGGULANGAN BENCANA ALAM
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terletak di Cincin Api Pasifik (Pacific
Ring of Fire ). Keberadaan posisi tersebut menyebabkan wilayah Indonesia memiliki
keanekaragaman bencana dengan stratifikasi dari yang paling ringan (rawan)
hingga paling berat (catastrophyc). Oleh sebab itu, wajar jika secara
historiografis Indonesia merupakan wilayah langganan bencana gempa tektonik dan
tsunami. Di samping itu, sebagai daerah tropis dan memiliki musim hujan dan
musim kemarau, beresiko mengakibatkan terjadinya bencana banjir, tanah longsor
dan angin topan serta bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
Maraknya bencana tidak hanya menimbulkan kerugian, baik berupa korban jiwa dan
kerugian harta benda tetapi juga menimbulkan penderitaan yang cukup berat bagi
masyarakat yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan serta musnahnya
hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai .
Berbagai upaya dalam
pelaksanaan penanggulangan bencana yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah
dan instansi terkait dirasakan masih belum maksimal. Masih terdapat berbagai
kekurangan dan keterlambatan dalam proses penanganan korban bencana alam.
Selain itu masih terdapat tumpang tindih peran antar instansi pemerintahan,
bahkan parahnya di berbagai sektor terdapat beberapa langkah penting yang tidak
tertangani terutama yang berkaitan dengan masalah koordinasi dan
pendistribusian logistik pasca bencana.
Upaya dalam rangka mengurangi pelanggaran Prajurit
UPAYA
KOMANDAN SATUAN DALAM RANGKA MENGURANGI
TINGKAT PELANGGARAN ANGGOTA DISATUAN
Prajurit TNI adalah warga negara yang
tunduk pada hukum dan memegang teguh disiplin, taat kepada atasan, setia kepada
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD
1945. Prajurit TNI tunduk kepada hukum baik secara umum maupun khusus, baik
nasional maupun internasional bahkan tunduk kepada hukum secara khusus dan
hanya diberlakukan untuk TNI saja. Hal ini diatur dalam undang-undang nomor 26
tahun 1997 tentang Hukum Disiplin Prajurit ABRI sekarang TNI, dan keputusan
Panglima TNI Nomor Kep/22/VIII/2005 tanggal 10 Agustus 2005. Keduanya mengatur
hukum dan peraturan disiplin prajurit, seorang prajurit melanggar aturan itu
akan mendapatkan sanksi.
Kehidupan prajurit TNI
mengenal adanya pelanggaran disiplin murni dan pelanggaran disiplin tidak
murni. Pelanggaran disiplin murni adalah setiap perbuatan yang bukan tindak
pidana tetapi bertentangan dengan kedinasan atau peraturan kedinasan atau
perbuatan yang tidak sesuai dengan tata kehidupan prajurit, maka akibat
pelanggaran tersebut akan dijatuhi hukuman disiplin prajurit. Pelanggaran
disiplin tidak murni adalah setiap perbuatan yang merupakan tindak pidana, yang
sedemikian ringan sifatnya sehingga dapat diselesaikan secara hukum disiplin
prajurit. Jenis hukuman disiplin yang berlaku bagi prajurit TNI adalah:
teguran, penahanan ringan dan penahanan berat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
==================================================================
==================================================================






