PENERAPAN METODE
BINTER
DALAM
MENANGANI KONFLIK DALAM NEGERI
Kehidupan bangsa Indonesia di Era Globalisasi,
ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi dan informasi serta era
perdagangan bebas, dimana hubungan antar negara menjadi semakin dekat dan
memunculkan perubahan sikap dan perilaku masyarakat sebagai dampak dari
perubahan kondisi dinamika sosial. Hal ini adalah
sebuah kepastian, bahwa peradaban bangsa-bangsa menuju kepada dimensi ruang
yang tak terbatas dan saling berinteraksi satu sama lain. Kenyataan itu tentu
menimbulkan tantangan bagi semua negara karena masuknya era keterbukaan dengan
sendirinya membawa mindset ideologi dan seperangkat values yang tak
dapat dicegah serta dapat mempengaruhi cakrawala berpikir yang seringkali
bertentangan dengan akar budaya dan idealisme bangsa.
Konsep Negara bangsa yang menyatakan bahwa adanya Negara
dan bangsa adalah adanya kehendak bagi orang-orang untuk bersatu mulai
dipertanyakan bagi kita, sebab berbagai krisis yang melanda dunia baik ekonomi,
politik, perang dan persaingan bebas sebagai
akibat dari keharusan suatu bangsa untuk mempertahankan kelangsungan hidup
mengakibatkan sulitnya bagi orang-orang untuk mematuhi satu aturan dan lebih
mengedepankan perbedaan sebagai dampak pergeseran pandangan dan pola pikir yang
diserap melalui media, teknologi informasi dan
transformasi universal. Bagi bangsa Indonesia sendiri, kini telah terjadi
krisis multi dimensional yang saling mengait. Krisis, dapat mengakibatkan
konflik dan konflik merupakan berbagai acaman bentuk hubungan antar manusia
yang antagonistik (berlawan) baik yang dapat terlihat secara jelas maupun
tersembunyi, sementara krisis merujuk pada ketidakmampuan sumber daya khususnya
manusia dalam menjawab permasalahan yang ada. Konflik yang terjadi dalam
kehidupan sosial merupakan salah satu dampak dari semua krisis yang terjadi,
yang dapat melahirkan ancaman baru.